Beranda > Sengketa, Tanjung > Hotel Ramah Muslim, Sengketa Baru Tanjung Harapan

Hotel Ramah Muslim, Sengketa Baru Tanjung Harapan

Laporan koresponden kantor berita BBC, Mohammed Allie pada sebuah bekas tambang bersejarah, bagian terakhir dari ruang pinggirang kota yang kosong pada ujung distrik bisnis pusat kota Tanjung Harapan, yang telah menjadi subjek dari sebuah perselisihan antara 150 penduduk liar yang tinggal di sana dan salah satu dari Masjid tertua di Afrika Selatan yang ingin membangun sebuah hotel yang ramah Muslim di lahan tersebut.

Terletak di pertambangan di atas Tanjung Harapan, pemukiman yang tidak resmi tersebut dikenal sebagai Kraal memiliki pemandangan yang menyapu pemandangan ikon Afrika Selatan, Table Mountain (Gunung dengan puncak yang datar sebagai simbol dari Afrika Selatan) dan kota trendy Waterfront dan daerah pelabuhan.

Daerah tersebut pertama kali diduduki oleh para penghuni liar pada awal tahun 1980-an, telah tumbuh mengakomodasi 24 pondok yang merumahkan 150 orang, termasuk banyak anak-anak.

Dalam beberapa bulan ini, beberapa pendatang baru telah mendirikan tempat tinggal plastik dan besi yang bergelombang di sebuah belahan lahan sempit sekitar 100 meter jauhnya dari kamp utama.

Otoritas Masjid, yang dipimpin oleh Imam Moutie Saban, telah mengeluhkan]]>

View the Original article

Kategori:Sengketa, Tanjung
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: