Beranda > Uncategorized > Perundingan Damai Gagal, Israel Dinilai Paling Bertanggung Jawab

Perundingan Damai Gagal, Israel Dinilai Paling Bertanggung Jawab

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang mewakili Pemerintah Indonesia pada Senin di New York menandatangani Konvensi Internasional untuk Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa, yang melarang negara menghilangkan orang secara paksa dalam situasi apa pun.

Konvensi yang disahkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 20 Desember 2006 dan hingga kini telah ditandatangani 84 negara itu menyatakan larangan penghilangan orang secara paksa baik dalam keadaan perang, ketidakstabilan politik atau pun keadaan darurat lainnya di suatu negara.

“Convention for the Protection of All Persons from Enforced Disappearances” ditandatangani Menlu Marty Natalegawa di Markas Besar PBB, New York, di sela pelaksanaan Debat Umum Sidang ke-65 Majelis Umum PBB.

Konvensi yang tidak akan berlaku surut itu saat ini belum resmi berlaku karena menunggu ratifikasi dari 20 negara.

Hingga September 2010, baru 19 dari 84 negara yang telah meratifikasi konvensi.

]]>

View the Original article

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: