Beranda > Sejarah, Tonggak > Masjid dan Gereja Berdampingan, Tonggak Sejarah Perdamaian Dunia

Masjid dan Gereja Berdampingan, Tonggak Sejarah Perdamaian Dunia

FISKSÄTRA, SWEDIA (Berita SuaraMedia) – Ketika ketakutan orang-orang akan Islam akhir-akhir ini membuat Islam menjadi berita utama, Jimmie Ákesson menulis pada Aftonbladet, pada Oktober tahun 2009 bahwa “Muslim adalah ancaman asing terbesar di Swedia.” Di Nacka, banyak orang yang tidak percaya bahwa para pendatang dan umat Muslim akan menjadi sebuah ancaman. Mereka adalah sebuah aset. Dengan Konselor Erik Langby dan Pendeta Carl Dahlbäck sebagai pemimpin, selama bertahun-tahun negara tersebut telah berupaya untuk berintegrasi dan hidup berdampingan dengan Muslim sebagai tetangga yang baik. Hasilnya sangat mengejutkan.

Beberapa tahun yang lalu dan sekarang sedang dibahas oleh dewan majelis Gereja Swedia, paroki Katolik St. Konrad di Nacka dan Asosiasi Muslim Fisksätra bergabung membangun sebuah rumah Tuhan. Orang-orang di Nacka mengusahakan sebuah Gereja dan sebuah Masjid sebagai sebuah tetangga di bawah satu atap. Lebih dari itu: sebuah Gereja Swedia berdampingan dengan sebuah paroki katolik Roma dan membangun sebuah Gereja umum.

]]>

View the Original article

Iklan
Kategori:Sejarah, Tonggak
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: