Beranda > Uncategorized > Penulis Ayat-Ayat Setan Dukung Pusat Islam Ground Zero

Penulis Ayat-Ayat Setan Dukung Pusat Islam Ground Zero

Penulis novel kontroversial anti-Islam The Satanic Verses (Ayat-Ayat Setan), Salman Rushdie, mungkin bukanlah seorang yang menggemari menyusun acara berdoa bersama, namun Rushdie meyakini bahwa Pusat Islam berhak didirikan dua blok dari Ground Zero.
Novel satirikal milik Rushdie yang dirilis pada 1980an telah memancing kemarahan global umat Muslim. Dia mengatakan kepada agensi berita The Associated Press dalam sebuah wawancara pada hari Senin waktu setempat (13/9) bahwa dia mengerti bagaimana “sensitivitas” bangunan yang dibangun di dekat lokasi di mana ribuan orang tewas selama 11 September 2001.
Namun dia mengatakan bahwa Konstitusi AS untuk kebebasan beragama dan kebebasan berbicara juga harus dihargai. Menambahkan bahwa dia secara personal bukanlah orang yang peduli mengenai isu-isu mengenai Masjid maupun tempat-tempat ibadah lainnya, namun mengatakan bahwa jika masyarakat menginginkan Masjid, maka permintaan  itu merupakan hak penuh mereka.
Awal tahun 2005, Kalangan garis keras di Iran terus menegaskan hukuman mati bagi Rushdie yang diperkuat oleh Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin spiritual Iran, dalam sebuah pesan kepada jamaah haji. Ditambah lagi, Garda Revolusi mendeklarasikan bahwa hukuman mati untuk Rushdie masih valid. Iran telah menolak permintaan untuk mencabut “fatwa” itu dengan alasan hanya orang yang mengeluarkan fatwa itu yang bisa mencabutnya, dan orang yang mengeluarkannya, Ayatollah Khomeini, telah meninggal sejak tahun 1989.
Sejak saat itu Rushdie dilaporkan masih menerima “sejenis kartu Valentine” dari Iran tiap tahunnya pada tanggal 14 Februari yang memberitahunya bahwa negara itu belum melupakan janji untuk membunuhnya.
Mantan pengawal Rushdie, Ron Evans, berencana untuk menerbitkan sebuah buku yang mengisahkan perilaku si penulis selama waktu-waktu dirinya bersembunyi. Evans mengklaim bahwa Rushdie berusaha mencari keuntungan secara finansial dari fatwa itu dan sempat berusaha bunuh diri, namun Rushdie menolak bahwa bukunya hanya sekumpulan kebohongan dan mengambil langkah hukum melawan Ron Evans, rekan penulisnya dan penerbit mereka. (al/ap/sm)

View the Original article

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: